KUTORENON - Program Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) pemasangan kaki palsu bagi warga yang cacat kaki dilaksanakan di Wisma Amanda di jalan Panjaitan no. 1 Citrodiwangsan Lumajang, pada hari Kamis (9/3/2023) mulai jam 08.00 WIB.
Program ini merupakan kelanjutan dari pengukuran kaki palsu pada hari Kamis (24/1/2023) di Wisma Amanda juga, oleh Yayasan Peduli Tuna Daksa (YPTD) dari Jakarta selaku pembuat kaki palsu, dan anggaran dibantu oleh BAZNAS Kabupaten Lumajang.
Pemasangan kaki palsu ini, butuh ketelatenan agar nyaman saat dipakai.
"Pemasangan kaki palsu ini di cocokan pada keadaan kaki pasien, kadang kurang tinggi, kadang kurang rendah biar sama dengan kaki satunya yang normal. Kadang terasa agak sakit kayak dicubit di sambungan kaki, kadang agak sakit kayak diremas. Nah mengkondisikan ini yang agak lama biar nyaman saat dipakai," ujar salah satu staf dari YPTD Jakarta.
Adapun penyandang cacat kaki yang menerima bantuan kaki palsu sejumlah 37 orang.
"Yang dapat bantuan ini sejumlah 37 orang se Kabupaten Lumajang," ujar Mas Agus salah satu staf PPDI Lumajang.
Ibu Poniyati salah satu warga Perum Biting Desa Kutorenon, sangat senang dengan bantuan kaki palsu ini.
"Alhamdulillah saya sangat senang atas bantuanya, tadi langsung dipakai, dan saya berterima kasih sekali dapat bantuan ini," ujarnya.
Sedangkan Sri Harini Ekowati warga RW. 12 Perum Biting tidak bisa hadir untuk mengambil bantuan kaki palsu dikarenakan sakit.
"Tadi pagi Bu Harini sempat saya ampiri biar persiapan berangkat bareng keluarga Bu Poniyati, e Ndak taunya sakit, jadi tadi minta tolong keluarga Bu Poniati sekalian bawa dan diantar ke rumah Bu Harini," ujar Junaedi selaku Pekerja Sosial Masarakat (PSM) Desa Kutorenon yang turut mendampingi di Wisma Amanda.
Dan acara pemasanga kaki palsu berjalan dengan lancar hingga jam 13.00 WIB. (JUNA23)
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh